Kesaksian Pdt. Muhammad Riza Solihin
Seperti biasa, setiap Hari Rabu malam Ada KKR di gereja dan tadi malam
kesaksiannya dahsyat.... Kotbahnyapun luar biasa (Pdt. Mohammad Riza
Solihin). Tapi aku mau cerita yang bersaksi aja, nama 'after re-born' nya
adalahYehezkiel Immanuel (nama aslinya N. Arifin).
Bpk. Yehezkiel ini (sekitar usia 30th an) asli Madura, alias Madura asli
beristrikan seorang turunan Dayak asli. Beliau memulai ceritanya bahwa dari
lahir adalah keturunan 'sepupu', usia17 thn masuk sekolah 'teologianya
sepupu', sewaktu dewasa hijrah ke Sampit, Kalimantan. Di sana kerjanya
adalah "ngerjain" orang-orang Kristen yang amat ia dan kelompoknya benci.
Setiap hari Minggu mereka sengaja mengangkat penutup 'pengontrol got' supaya
orang2 Kristen yang mau ke gereja yang melewati trotoar terjebak jatuh ke
dalam got !
Tidak sedikit korban yang keseleo dan luka. Hampir setiap subuh ia
mengantongi batu-batu khusus melempari gereja-gereja, pokoknya benci banget
dah !
Bpk. Yehezkiel ini kemudian berkenalan dengan seorang perempuan asli suku
Dayak di sana, yang mana sama sekali tidak memakai atribut Kristiani
sehingga ia tidak tahu kalau wanita ini orang Kristen. Namun setelah wanita
ini mengaku jatuh hati padanya, dan ketahuan bahwa ia seorang
nasrani tentulah ditolak mentah-mentah. Tapi karena sang wanita berjanji mau
pindah kepercayaan dan bersedia menikah secara hukum agamanya, maka
merekapun singkatnya menikah. Ternyata sang istri sesudah menikah tetap
berdoa dengan cara 'lama', bukannya belajar Al Quran, melainkan terus
membaca kitab sucinya sendiri.
Pertikaian sering terjadi, dan Bpk.Yehezkiel ini tidak tanggung-tanggung,
bukan menampar saja, melainkan amarahnya bisa sampai memukul, menganiaya
bahkan menginjak istrinya! Sudahpun demikian, sang istri hanya berkata,
"dibunuhpun saya tidak apa-apa, asal jangan engkau suruh saya menyembah
Tuhanmu, dan jangan bakar Alkitab saya ini. Saya sudah siap membayar harga
sejak saya menikah denganmu." Istrinya tetap mendoakan dia.
Suatu kali (th '99-2000) terjadi kerusuhan besar di Sampit, dimana orang
Dayak membantai orang- orang Madura, memenggal kepala mereka dan memakan
daging mereka! Bpk. Yehezkiel sangatlah ketakutan! Betapa tidak, orang Dayak
yang memiliki kuasa gelap ini bisa "mencium" bau orang Madura dari jarak 500
meter !
Beliaupun meminta tolong istrinya bagaimana caranya melindungi dia. Istrinya
berkali-kali menjawab, "Saya tidak bisa melindungimu. Yang bisa menolong
kamu adalah Tuhan Yesus, IA Tuhan yang hidup, yang menolong anak-anakNya
tepat pada waktunya. Tidak ada yang mustahil bagi DIA, jadi minta tolonglah
padaNya."
Tentu saja Bpk. Yehezkiel jadi marah, "ngapain minta tolong sama Tuhanmu
yang gondrong, Tuhannya orang barat!". Tapi ketika ketakutan menghantuinya
kembali dia minta tolong istrinya, "kan kamu orang Dayak, gimanalah caranya
ngomong sama mereka! Kalau aku mati, gimana?" Istrinya berkata, "kalau kamu
mati, ya kehendak Tuhan... Hanya Tuhan Yesus yang bisa menolong kamu, bukan
saya."
Karena buntu, ia pun terpaksa memutuskan ikut ke pengungsian, tetapi istri
tidak bersedia ikut, anak mereka waktu itu baru beberapa bulan usianya.
Karena truk sudah datang, istrinya membawakan beliau sebuah tas kecil,
sambil berpesan, "semua yang kamu perlukan Ada dalam tas itu." Bpk.Yehezkiel
tidak sempat membuka apa isinya, pokoknya dia percaya saja, lalu naik ke
truk dan duduk paling pojok, penuh dengan rasa takut. Truk tersebut dikawal
oleh 4 orang tentara, di dalamnya ada sekitar 20 orang.
Tiba2 di tengah jalan mereka bertemu dengan segerombolan orang Dayak yang
jumlahnya hampir seratus, berteriak agar diserahkan orang-orang Madura yang
di dalam truk.
Merasa bertanggung jawab, seorang tentara berkata, "tidak bisa! Langkahi
dulu kami!" Tentara tersebut menembak, tetapi sebuah 'sumpit beracun'
menghujam dadanya, tentara itu tewas seketika!
Teman-temannya berlari dan meninggalkan ke 20 orang Madura di
dalamnya.Wah, mereka tentu takut setengah mati! Semua sembahyang dan
komat-kamit, hanya Bpk.Yehezkiel yang 'kelu', ketakutan menyergap dia
sehingga tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba seorang ibu muda berdiri,
sambil membopong bayinya, mungkin bermaksud meminta belas kasihan... namun
hanya dalam hitungan detik, kepalanya sudah jatuh ke tanah, dengan darah
yang tersembur dari batang leher yang putus! Suaminya reflek berdiri
menangkap bayinya, segera sebuah tombak menembus perutnya !
Saat itulah, Bpk. Yehezkiel "coba- coba" (siapa tahu benar kata istrinya)
berseru dalam hati, "Tuhannya istriku... Kalau benar Engkau Tuhan yang hidup
dan tidak ada yang mustahil bagiMu, maka permintaanku sangatlah mustahil:
aku ingin selamat! Dan kalau aku selamat maka seumur hidupku sampai
selama-lamanya aku akan menyembah Engkau."
Dalam sekejap, ia merasakan ada sesuatu yang membungkus tubuhnya. Segera
satu persatu orang-orang dalam truk itu dibantai, Dan iapun harus berdiri...
tetapi aneh sekali, sekian banyak orang Dayak itu tidak ada yang melihatnya
!
Ia berjalan di antara orang-orang Dayak dengan penuh keheranan, lalu berlari
terus menuju sungai yang di pinggir jalan. Di belakangnya ia melihat 3 orang
mengejar, ia kira mengejar dirinya, ternyata... mereka 'membaui' ada orang
Madura yang bersembunyi dalam sungai, orang itupun mati ditombak! Tetapi
tetap saja mereka tidak melihat dan 'membaui' Bpk.Yehezkiel yang ada di
seberang sungai yang sama... sesuatu yang "mustahil" sudah Tuhan lakukan.
Apa yang ia harus lakukan sekarang ?
Sesudah peristiwa itu berakhir, ia kembali ke jalan raya dan berdoa (kali
ini bersuara). "Tuhannya istriku, kamp penampungan masih 8.5 km dari sini,
saya tidak tahu harus bagaimana... bukankah tidak ada yang mustahil bagiMu,
dan Engkau menolong anak-anakMu tepat pada waktunya?" Seketika itu, sebuah
mobil tentara lewat dan berhenti di depannya! "Bapak orang Madura kan? Ayo
cepat naik, kami mau ke penampungan, hari ini penyisiran terakhir
orang-orang Madura harus keluar dari Sampit ! "
Terheran-heran ia melihat pekerjaan 'Tuhan istrinya'... Sampai di kamp,
puluhan ribu orang-orang Madura di sana berkumpul. Karena sangat lapar, ia
mencoba membeli makanan, ternyata uangnya yang banyak itu tidak laku! Saat
itu, sebuah sepeda motor hanya ditukar dengan 1 dus supermi dan 1 karton
aqua. Untuk 3 dus supermi + 3 karton aqua ditukar dengan sebuah mobil L300,
harta tidak lagi berharga! Ia sangat kelaparan, dibukanya tas kecil
mengingat pesan istrinya, "apa saja yang kamu butuhkan ada di situ"
ternyata... isinya "hanya" sebuah Alkitab !
Maka sekali lagi ia berdoa, "Tuhan istriku... Engkau sudah menyelamatkan aku
sejauh ini, pastilah tidak membiarkan aku mati kelaparan. "Mustahil" rasanya
mendapatkan makanan di tengah situasi begini, tetapi bukankah tidak ada
perkara yang mustahil bagiMu?" Lalu ia beranjak keluar, berjalan saja
mengitari pinggiran camp, ternyata seorang teman melihat dia dan memanggil
namanya lalu membagikannya makanan, GRATIS !
Bukan hanya cukup untuk dirinya, ia juga bahkan bisa membagikan pada
beberapa orang lain. Luar biasa! Sesudah itu tiba2 terdengar suara speaker,
diumumkan ada truk2 yang siap mengangkut 3.000 orang ke Surabaya subuh nanti
(12 jam dari waktu itu), jadi yang mau ikut diharapkan naik ke truk. Maka
mengerikan sekali, orang-orang berhamburan berebutan naik ke atas truk,
bahkan bergelantungan di badan truk, yang penting bisa ikut terangkut ke
pelabuhan. Ketakutan membuat orang-orang ini kehilangan akal, betapa
tidak... di dalam kamp pun kadang2 ada yang bisa tertombak mati.
Tidak sedikit yang mati terinjak-injak saat itu !
Bpk. Yehezkiel 'bengong' melihat truk2 yang 'diselimuti' manusia, dan ia
berdoa, "Tuhannya istriku... aku ingin ke Surabaya, tapi tidak bisa dan
tidak mau naik truk yang seperti itu..."
Tiba-tiba ketika ia sedang berdiri di pinggir kamp, sebuah truk lewat,
isinya hanya beberapa orang ! Truk itu ternyata milik ipar pamannya, dan
iapun naik ke truk itu. Sampai di pelabuhan, begitu truk mereka naik ke
kapal, pintu kapalpun ditutup. Masih ratusan orang yang tidak terangkut,
seorang ibu tampak meratap, memohon belas kasihan, "suami dan bayi saya
sudah naik Pak, tolong saya bisa ikut... kasihan bayi saya bisa mati kalau
tidak ada yang menyusui... tolonglah saya, Pak..." Tetapi tanpa belas
kasihan petugas berkata, "Gak bisa! Kalau diijinkan pada naik akan melebihi
kapasitas !"
Tali dilepas dari dermaga, hati Bpk. Yehezkiel terenyuh melihat ibu itu.
Kapal sudah mulai berjalan perlahan, ia kembali berdoa, "Tuhannya
istriku..., kalaupun saya tidak ikut, saya ingin ibu itu bisa naik
menggantikan saya..." Ternyata kapal merapat kembali, terdengar suara kapten
dari speaker, "Semua penumpang yang masih ada di dermaga pelabuhan cepat
naik !" Sungguh, semua yang "mustahil" dan "pertolongan yang tepat waktu"
terus terjadi sepanjang hari, membuat Bpk. Yehezkiel 'melihat' betapa Tuhan
istrinya itu, Tuhan Yesus, adalah Tuhan yang hidup !
Melewati 7 thn berlalu, Bpk.Yehezkiel menyadari, karena seorang istri yang
bersedia membayar harga, ia saat ini mengenal dan melayani Tuhan Yesus.
Dalam perjalanan pulang di mobil, kami ber-3, rekan saya bilang, 'istrinya
luar biasa !'.
----------
Benar, tapi memang untuk menyelamatkan seorang Yehezkiel (Arifin), istrinya
itu ditempatkan dan dilengkapi dengan karunia tersebut, maka ia siap
membayar harga. Kalo enggak, ampun deh...tolooonggg. ....mana tahan.
Ada satu 'pesan' luar biasa dari pdt. M. Riza (juga mantan agama seberang
pernah masuk acara "Solusi") di akhir ibadah beliau bercerita diketemukan
dengan 3 orang tokoh besar agama yang penasaran ingin bertanya tentang
kekristenan, tapi 8 pendeta menolak karena tidak mau mengambil resiko
konflik agama, apalagi seorang dari mereka adalah orang ternama dalam
pemerintahan.
Tadinya Bpk. Riza menolak karena tidak memiliki argumentasi secara teologis,
tetapi orang yang meminta padanya meneguhkan bahwa Roh yang ada bersamanya
akan bersaksi asal dia bersedia, maka Bpk. Riza langsung mengatakan, "YA !"
Singkatnya, ia bertemu dengan ke-3 orang ini, plus seorang anak muda usia 21
th yang mendampingi. Mereka bertanya seputar (biasa deh) "Tritunggal, siapa
Isa/Yesus, apa bedanya Yesus dengan nabi mereka". Semua dijawab dengan padat
dan dimengerti serta diterima oleh ke-3 orang ini.
Dalam 1,5 jam perbincangan yang akrab, pak Riza akhirnya membawa mereka
lunch, dan di perjalanan Bpk. Riza meng'interview' anak muda usia 21 th
tersebut rupanya sudah 2 thn menerima Tuhan Yesus dan ketahuan, lalu
digebukin, ditikam, dianiaya... namun tidak keluar dari sana (karena Roh
yang mengutusnya tetap ada dalam lingkungan tersebut), dan tetap membalas
dengan kasih... kasih...kasih. .. sampai ke-3 sesepuhnya ini MENERIMA TUHAN
YESUS, bahkan sudah DIBAPTIS bersama dengan 11 orang lainnya di 'pesantren'
mereka secara diam-diam.
Karena mereka tidak bisa keluar dari komunitas mereka (mengepalai 9 rumah
ibadah / pesantren dengan ribuan jemaat), maka pertanyaan2 dalam benak
mereka membuat mereka diam2 minta dipertemukan dengan hamba Tuhan Yesus.
Luar biasa ya... Akhir pertemuan itu, Bpk. Riza bertangis-tangisan, pemuka
agama tersebut minta didukung dalam DOA karena tidak mungkin menanggalkan
atributnya, tetapi ia terus akan mensyiarkan KASIH dan SANG KEBENARAN,
bahkan siap mati asal jemaah yang Tuhan percayakan pada mereka bisa
diselamatkan.
Halleluyah! Sama seperti pesan Bpk. Riza, saya juga mengajak kita terus
mendoakan saudara-saudara sepupu kita. Sekalipun kebencian demi kebencian,
gereja terus teraniaya dan dibakar, jangan hati kita ikut membenci mereka.
Kita membenci dosa dan perbuatan mereka, tapi harus mengasihi pribadi
mereka, sebab "hati Bapa adalah pertobatan jiwa-jiwa". Mungkin kita tidak
bisa keluar menginjil, tapi "doa orang benar besar kuasanya".
Sudah banyak darah para missionaris yang tumpah di bumi Indonesia, juga
tidak sedikit darah orang- orang benar yang mati martir. Setiap 'benih' yang
mati pasti akan menghasilkan buah yang banyak. Jika kita hanya bisa berkata,
"saya cuma bisa ikut berdoa" maka, BERDOALAH !
Ditulis dan dikirim oleh Aina. "Love your enemies and pray for those who
persecute you" Mat 5:44) "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun
percaya - Yoh 20:29"
ANDA MEMBUTUHKAN DOA DAN KONSELING?
Komisi Keluarga Zion adalah suatu pelayanan yang merupakan bagian dari GKKA-I Ujungpandang. Pelayanan ini bersifat terbuka untuk keluarga yang rindu mengalami berkat dan kuasa Tuhan. Bagi yang memerlukan pelayanan DOA dan KONSELING dapat menghubungi Pdt. Daniel Ronda (0411-5744185)
18 September 2008
Adakah orang yang Akan MendoakanKita?
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.
Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!
'Kalau hanya mencari 50 orang, itu mahgampang .. . ' kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, 'Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit'.
Dengan lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu'.
Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka'.
KataMalaikat, 'Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu'
Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ' Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan
seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.'
Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat'.
Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !
Dengan setengah bergumam dia bertanya,'Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'
Jawab si Malaikat, ' Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah'. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,'Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'.
Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
Bukankah itu PantiAsuhan ? kata si pengusaha pelan. 'Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. '
'Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalauseorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. '
Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.
Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.
Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.
Terima kasih
Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, 'Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati kami sekarang...!!!'. Kirim ke 10 orang, lihat keajaiban malam ini. Tolong jangan di hapus, ini benar2 terjadi
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.
Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!
'Kalau hanya mencari 50 orang, itu mahgampang .. . ' kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, 'Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit'.
Dengan lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu'.
Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka'.
KataMalaikat, 'Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu'
Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ' Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan
seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.'
Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat'.
Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !
Dengan setengah bergumam dia bertanya,'Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'
Jawab si Malaikat, ' Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah'. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,'Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'.
Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
Bukankah itu PantiAsuhan ? kata si pengusaha pelan. 'Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. '
'Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalauseorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. '
Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.
Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.
Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.
Terima kasih
Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, 'Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati kami sekarang...!!!'. Kirim ke 10 orang, lihat keajaiban malam ini. Tolong jangan di hapus, ini benar2 terjadi

JIKA ANDA MAU BERBAIK HATI TERHADAP SESAMA....TOLONG SEBARKAN INFORMASI INI...
Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi.
Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesiadapat
memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman
"KELADI TIKUS" (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman
obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan
berbagai penyakit berat lain.
Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya
tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. "Tanaman
ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau,
orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia .
Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari University Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.
Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
"Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi.
Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.
"Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia ," kenang Patoppoi sambil tersenyum.
Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.
Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana . Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.
Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa
tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut.
"Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.
Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami
penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti
rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan
ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni.
Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani
pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh
mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ," kata Patoppoi. Para
dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada
isterinya. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan
dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi.
Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter
pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar
mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak
mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali
diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal, para
dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan
tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa.
Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan
keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi
Dr.Teo melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman tersebut banyak terdapat
di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr . Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu
apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi.
Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam
bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan
agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia.
Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai
meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut.
"Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni.
Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari,
bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar
300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani,
Buduran Sidoarjo.
Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos.
Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.
Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia . Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia .
Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745, dan di Buduran, Sidoarjo.
Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. "Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita," kata Boni.
Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang
menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax
ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan.
Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ," lanjut Boni.
"Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik
keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. " tambahnya.
Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah
satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker
ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat
sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien
pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan
rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah.
Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini
menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu
proses penyembuhan kemoterapi.
Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia .
Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan
alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau dokter-dukun.
"Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern,"
kata dokter tersebut.
Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan
bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan
sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat
kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III,
pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut.
"Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa.
Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan
kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak
mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan.
Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa,
leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis.
Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit
Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan.
Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan
dengan artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial
"Cancer Care Indonesia " beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta ,
telp : 021-4894745,
Langganan:
Postingan (Atom)