ANDA MEMBUTUHKAN DOA DAN KONSELING?

Komisi Keluarga Zion adalah suatu pelayanan yang merupakan bagian dari GKKA-I Ujungpandang. Pelayanan ini bersifat terbuka untuk keluarga yang rindu mengalami berkat dan kuasa Tuhan. Bagi yang memerlukan pelayanan DOA dan KONSELING dapat menghubungi Pdt. Daniel Ronda (0411-5744185)

11 Oktober 2008

Kesetiaan seorang suami

Ini cerita nyata, beliau adalah Bapak Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management

yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment,

beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri Reksadana di Indonesia.

Apa yang diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.

*Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat*

Sebuah perenungan buat para suami, istri dan calon istri.

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja, Pak Suyatno 58 tahun,

kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit dan sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa,

setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan.

Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang.

Dan lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur.

Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.

Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya

sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi

sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,

Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya

bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari, ke empat anak Suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya.

Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing

dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu , semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati-hati, anak yang sulung berkata "Pak, kami ingin sekali merawat Ibu semenjak kami kecil

melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan Bapak tidak izinkan kami menjaga Ibu".

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya. ,"Sudah yg keempat kalinya kami mengizinkan Bapak menikah lagi,

kami rasa Ibupun akan mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah
tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian .

Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka.

"Anak-anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu,

mungkin Bapak akan menikah, tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,

dia telah melahirkan kalian". Sejenak kerongkongannya tersekat.

"Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.

Coba kalian tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?


Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang,

kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit."

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno.

Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber

dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun

merawat sendiri Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio.

Kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya,

tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan.

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun

dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat
memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit"

18 September 2008

Kesaksian Pdt. Muhammad Riza Solihin 

Seperti biasa, setiap Hari Rabu malam Ada KKR di gereja dan tadi malam 
kesaksiannya dahsyat.... Kotbahnyapun luar biasa (Pdt. Mohammad Riza 
Solihin). Tapi aku mau cerita yang bersaksi aja, nama 'after re-born' nya 
adalahYehezkiel Immanuel (nama aslinya N. Arifin). 

Bpk. Yehezkiel ini (sekitar usia 30th an) asli Madura, alias Madura asli 
beristrikan seorang turunan Dayak asli. Beliau memulai ceritanya bahwa dari 
lahir adalah keturunan 'sepupu', usia17 thn masuk sekolah 'teologianya 
sepupu', sewaktu dewasa hijrah ke Sampit, Kalimantan. Di sana kerjanya 
adalah "ngerjain" orang-orang Kristen yang amat ia dan kelompoknya benci. 
Setiap hari Minggu mereka sengaja mengangkat penutup 'pengontrol got' supaya 
orang2 Kristen yang mau ke gereja yang melewati trotoar terjebak jatuh ke 
dalam got ! 

Tidak sedikit korban yang keseleo dan luka. Hampir setiap subuh ia 
mengantongi batu-batu khusus melempari gereja-gereja, pokoknya benci banget 
dah ! 

Bpk. Yehezkiel ini kemudian berkenalan dengan seorang perempuan asli suku 
Dayak di sana, yang mana sama sekali tidak memakai atribut Kristiani 
sehingga ia tidak tahu kalau wanita ini orang Kristen. Namun setelah wanita 
ini mengaku jatuh hati padanya, dan ketahuan bahwa ia seorang 
nasrani tentulah ditolak mentah-mentah. Tapi karena sang wanita berjanji mau 
pindah kepercayaan dan bersedia menikah secara hukum agamanya, maka 
merekapun singkatnya menikah. Ternyata sang istri sesudah menikah tetap 
berdoa dengan cara 'lama', bukannya belajar Al Quran, melainkan terus 
membaca kitab sucinya sendiri. 

Pertikaian sering terjadi, dan Bpk.Yehezkiel ini tidak tanggung-tanggung, 
bukan menampar saja, melainkan amarahnya bisa sampai memukul, menganiaya 
bahkan menginjak istrinya! Sudahpun demikian, sang istri hanya berkata, 
"dibunuhpun saya tidak apa-apa, asal jangan engkau suruh saya menyembah 
Tuhanmu, dan jangan bakar Alkitab saya ini. Saya sudah siap membayar harga 
sejak saya menikah denganmu." Istrinya tetap mendoakan dia. 

Suatu kali (th '99-2000) terjadi kerusuhan besar di Sampit, dimana orang 
Dayak membantai orang- orang Madura, memenggal kepala mereka dan memakan 
daging mereka! Bpk. Yehezkiel sangatlah ketakutan! Betapa tidak, orang Dayak 
yang memiliki kuasa gelap ini bisa "mencium" bau orang Madura dari jarak 500 
meter ! 

Beliaupun meminta tolong istrinya bagaimana caranya melindungi dia. Istrinya 
berkali-kali menjawab, "Saya tidak bisa melindungimu. Yang bisa menolong 
kamu adalah Tuhan Yesus, IA Tuhan yang hidup, yang menolong anak-anakNya 
tepat pada waktunya. Tidak ada yang mustahil bagi DIA, jadi minta tolonglah 
padaNya." 

Tentu saja Bpk. Yehezkiel jadi marah, "ngapain minta tolong sama Tuhanmu 
yang gondrong, Tuhannya orang barat!". Tapi ketika ketakutan menghantuinya 
kembali dia minta tolong istrinya, "kan kamu orang Dayak, gimanalah caranya 
ngomong sama mereka! Kalau aku mati, gimana?" Istrinya berkata, "kalau kamu 
mati, ya kehendak Tuhan... Hanya Tuhan Yesus yang bisa menolong kamu, bukan 
saya." 

Karena buntu, ia pun terpaksa memutuskan ikut ke pengungsian, tetapi istri 
tidak bersedia ikut, anak mereka waktu itu baru beberapa bulan usianya. 

Karena truk sudah datang, istrinya membawakan beliau sebuah tas kecil, 
sambil berpesan, "semua yang kamu perlukan Ada dalam tas itu." Bpk.Yehezkiel 
tidak sempat membuka apa isinya, pokoknya dia percaya saja, lalu naik ke 
truk dan duduk paling pojok, penuh dengan rasa takut. Truk tersebut dikawal 
oleh 4 orang tentara, di dalamnya ada sekitar 20 orang. 

Tiba2 di tengah jalan mereka bertemu dengan segerombolan orang Dayak yang 
jumlahnya hampir seratus, berteriak agar diserahkan orang-orang Madura yang 
di dalam truk. 

Merasa bertanggung jawab, seorang tentara berkata, "tidak bisa! Langkahi 
dulu kami!" Tentara tersebut menembak, tetapi sebuah 'sumpit beracun' 
menghujam dadanya, tentara itu tewas seketika! 

Teman-temannya berlari dan meninggalkan ke 20 orang Madura di 
dalamnya.Wah, mereka tentu takut setengah mati! Semua sembahyang dan 
komat-kamit, hanya Bpk.Yehezkiel yang 'kelu', ketakutan menyergap dia 
sehingga tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba seorang ibu muda berdiri, 
sambil membopong bayinya, mungkin bermaksud meminta belas kasihan... namun 
hanya dalam hitungan detik, kepalanya sudah jatuh ke tanah, dengan darah 
yang tersembur dari batang leher yang putus! Suaminya reflek berdiri 
menangkap bayinya, segera sebuah tombak menembus perutnya ! 

Saat itulah, Bpk. Yehezkiel "coba- coba" (siapa tahu benar kata istrinya) 
berseru dalam hati, "Tuhannya istriku... Kalau benar Engkau Tuhan yang hidup 
dan tidak ada yang mustahil bagiMu, maka permintaanku sangatlah mustahil: 
aku ingin selamat! Dan kalau aku selamat maka seumur hidupku sampai 
selama-lamanya aku akan menyembah Engkau." 

Dalam sekejap, ia merasakan ada sesuatu yang membungkus tubuhnya. Segera 
satu persatu orang-orang dalam truk itu dibantai, Dan iapun harus berdiri... 
tetapi aneh sekali, sekian banyak orang Dayak itu tidak ada yang melihatnya 


Ia berjalan di antara orang-orang Dayak dengan penuh keheranan, lalu berlari 
terus menuju sungai yang di pinggir jalan. Di belakangnya ia melihat 3 orang 
mengejar, ia kira mengejar dirinya, ternyata... mereka 'membaui' ada orang 
Madura yang bersembunyi dalam sungai, orang itupun mati ditombak! Tetapi 
tetap saja mereka tidak melihat dan 'membaui' Bpk.Yehezkiel yang ada di 
seberang sungai yang sama... sesuatu yang "mustahil" sudah Tuhan lakukan. 
Apa yang ia harus lakukan sekarang ? 

Sesudah peristiwa itu berakhir, ia kembali ke jalan raya dan berdoa (kali 
ini bersuara). "Tuhannya istriku, kamp penampungan masih 8.5 km dari sini, 
saya tidak tahu harus bagaimana... bukankah tidak ada yang mustahil bagiMu, 
dan Engkau menolong anak-anakMu tepat pada waktunya?" Seketika itu, sebuah 
mobil tentara lewat dan berhenti di depannya! "Bapak orang Madura kan? Ayo 
cepat naik, kami mau ke penampungan, hari ini penyisiran terakhir 
orang-orang Madura harus keluar dari Sampit ! " 

Terheran-heran ia melihat pekerjaan 'Tuhan istrinya'... Sampai di kamp, 
puluhan ribu orang-orang Madura di sana berkumpul. Karena sangat lapar, ia 
mencoba membeli makanan, ternyata uangnya yang banyak itu tidak laku! Saat 
itu, sebuah sepeda motor hanya ditukar dengan 1 dus supermi dan 1 karton 
aqua. Untuk 3 dus supermi + 3 karton aqua ditukar dengan sebuah mobil L300, 
harta tidak lagi berharga! Ia sangat kelaparan, dibukanya tas kecil 
mengingat pesan istrinya, "apa saja yang kamu butuhkan ada di situ" 
ternyata... isinya "hanya" sebuah Alkitab ! 

Maka sekali lagi ia berdoa, "Tuhan istriku... Engkau sudah menyelamatkan aku 
sejauh ini, pastilah tidak membiarkan aku mati kelaparan. "Mustahil" rasanya 
mendapatkan makanan di tengah situasi begini, tetapi bukankah tidak ada 
perkara yang mustahil bagiMu?" Lalu ia beranjak keluar, berjalan saja 
mengitari pinggiran camp, ternyata seorang teman melihat dia dan memanggil 
namanya lalu membagikannya makanan, GRATIS ! 

Bukan hanya cukup untuk dirinya, ia juga bahkan bisa membagikan pada 
beberapa orang lain. Luar biasa! Sesudah itu tiba2 terdengar suara speaker, 
diumumkan ada truk2 yang siap mengangkut 3.000 orang ke Surabaya subuh nanti 
(12 jam dari waktu itu), jadi yang mau ikut diharapkan naik ke truk. Maka 
mengerikan sekali, orang-orang berhamburan berebutan naik ke atas truk, 
bahkan bergelantungan di badan truk, yang penting bisa ikut terangkut ke 
pelabuhan. Ketakutan membuat orang-orang ini kehilangan akal, betapa 
tidak... di dalam kamp pun kadang2 ada yang bisa tertombak mati. 

Tidak sedikit yang mati terinjak-injak saat itu ! 

Bpk. Yehezkiel 'bengong' melihat truk2 yang 'diselimuti' manusia, dan ia 
berdoa, "Tuhannya istriku... aku ingin ke Surabaya, tapi tidak bisa dan 
tidak mau naik truk yang seperti itu..." 

Tiba-tiba ketika ia sedang berdiri di pinggir kamp, sebuah truk lewat, 
isinya hanya beberapa orang ! Truk itu ternyata milik ipar pamannya, dan 
iapun naik ke truk itu. Sampai di pelabuhan, begitu truk mereka naik ke 
kapal, pintu kapalpun ditutup. Masih ratusan orang yang tidak terangkut, 
seorang ibu tampak meratap, memohon belas kasihan, "suami dan bayi saya 
sudah naik Pak, tolong saya bisa ikut... kasihan bayi saya bisa mati kalau 
tidak ada yang menyusui... tolonglah saya, Pak..." Tetapi tanpa belas 
kasihan petugas berkata, "Gak bisa! Kalau diijinkan pada naik akan melebihi 
kapasitas !" 

Tali dilepas dari dermaga, hati Bpk. Yehezkiel terenyuh melihat ibu itu. 
Kapal sudah mulai berjalan perlahan, ia kembali berdoa, "Tuhannya 
istriku..., kalaupun saya tidak ikut, saya ingin ibu itu bisa naik 
menggantikan saya..." Ternyata kapal merapat kembali, terdengar suara kapten 
dari speaker, "Semua penumpang yang masih ada di dermaga pelabuhan cepat 
naik !" Sungguh, semua yang "mustahil" dan "pertolongan yang tepat waktu" 
terus terjadi sepanjang hari, membuat Bpk. Yehezkiel 'melihat' betapa Tuhan 
istrinya itu, Tuhan Yesus, adalah Tuhan yang hidup ! 

Melewati 7 thn berlalu, Bpk.Yehezkiel menyadari, karena seorang istri yang 
bersedia membayar harga, ia saat ini mengenal dan melayani Tuhan Yesus. 
Dalam perjalanan pulang di mobil, kami ber-3, rekan saya bilang, 'istrinya 
luar biasa !'. 

---------- 
Benar, tapi memang untuk menyelamatkan seorang Yehezkiel (Arifin), istrinya 
itu ditempatkan dan dilengkapi dengan karunia tersebut, maka ia siap 
membayar harga. Kalo enggak, ampun deh...tolooonggg. ....mana tahan. 

Ada satu 'pesan' luar biasa dari pdt. M. Riza (juga mantan agama seberang 
pernah masuk acara "Solusi") di akhir ibadah beliau bercerita diketemukan 
dengan 3 orang tokoh besar agama yang penasaran ingin bertanya tentang 
kekristenan, tapi 8 pendeta menolak karena tidak mau mengambil resiko 
konflik agama, apalagi seorang dari mereka adalah orang ternama dalam 
pemerintahan. 

Tadinya Bpk. Riza menolak karena tidak memiliki argumentasi secara teologis, 
tetapi orang yang meminta padanya meneguhkan bahwa Roh yang ada bersamanya 
akan bersaksi asal dia bersedia, maka Bpk. Riza langsung mengatakan, "YA !" 

Singkatnya, ia bertemu dengan ke-3 orang ini, plus seorang anak muda usia 21 
th yang mendampingi. Mereka bertanya seputar (biasa deh) "Tritunggal, siapa 
Isa/Yesus, apa bedanya Yesus dengan nabi mereka". Semua dijawab dengan padat 
dan dimengerti serta diterima oleh ke-3 orang ini. 

Dalam 1,5 jam perbincangan yang akrab, pak Riza akhirnya membawa mereka 
lunch, dan di perjalanan Bpk. Riza meng'interview' anak muda usia 21 th 
tersebut rupanya sudah 2 thn menerima Tuhan Yesus dan ketahuan, lalu 
digebukin, ditikam, dianiaya... namun tidak keluar dari sana (karena Roh 
yang mengutusnya tetap ada dalam lingkungan tersebut), dan tetap membalas 
dengan kasih... kasih...kasih. .. sampai ke-3 sesepuhnya ini MENERIMA TUHAN 
YESUS, bahkan sudah DIBAPTIS bersama dengan 11 orang lainnya di 'pesantren' 
mereka secara diam-diam. 

Karena mereka tidak bisa keluar dari komunitas mereka (mengepalai 9 rumah 
ibadah / pesantren dengan ribuan jemaat), maka pertanyaan2 dalam benak 
mereka membuat mereka diam2 minta dipertemukan dengan hamba Tuhan Yesus. 

Luar biasa ya... Akhir pertemuan itu, Bpk. Riza bertangis-tangisan, pemuka 
agama tersebut minta didukung dalam DOA karena tidak mungkin menanggalkan 
atributnya, tetapi ia terus akan mensyiarkan KASIH dan SANG KEBENARAN, 
bahkan siap mati asal jemaah yang Tuhan percayakan pada mereka bisa 
diselamatkan. 

Halleluyah! Sama seperti pesan Bpk. Riza, saya juga mengajak kita terus 
mendoakan saudara-saudara sepupu kita. Sekalipun kebencian demi kebencian, 
gereja terus teraniaya dan dibakar, jangan hati kita ikut membenci mereka. 

Kita membenci dosa dan perbuatan mereka, tapi harus mengasihi pribadi 
mereka, sebab "hati Bapa adalah pertobatan jiwa-jiwa". Mungkin kita tidak 
bisa keluar menginjil, tapi "doa orang benar besar kuasanya". 

Sudah banyak darah para missionaris yang tumpah di bumi Indonesia, juga 
tidak sedikit darah orang- orang benar yang mati martir. Setiap 'benih' yang 
mati pasti akan menghasilkan buah yang banyak. Jika kita hanya bisa berkata, 
"saya cuma bisa ikut berdoa" maka, BERDOALAH ! 

Ditulis dan dikirim oleh Aina. "Love your enemies and pray for those who 
persecute you" Mat 5:44) "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun 
percaya - Yoh 20:29" 
Adakah orang yang Akan MendoakanKita?
 
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.
 
Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!
 
'Kalau hanya mencari 50 orang, itu mahgampang .. . ' kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
 
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
 
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, 'Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit'.
 
Dengan lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu'.
 
Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka'.
 
KataMalaikat, 'Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu'
 
Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ' Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan
seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.'
 
Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat'.
 
Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
 
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang ! 
 
Dengan setengah bergumam dia bertanya,'Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'
 
Jawab si Malaikat, ' Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah'. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
 
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.
 
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,'Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'.
 
Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
 
Bukankah itu PantiAsuhan ? kata si pengusaha pelan. 'Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. '
 
'Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalauseorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. '
 
Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.
 
Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.
 
Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
 
Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.
 
Terima kasih
 
Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, 'Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati kami sekarang...!!!'. Kirim ke 10 orang, lihat keajaiban malam ini. Tolong jangan di hapus, ini benar2 terjadi

JIKA ANDA MAU BERBAIK HATI TERHADAP SESAMA....TOLONG SEBARKAN 
INFORMASI INI... 

Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi. 
Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesiadapat 
memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman 
"KELADI TIKUS" (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman 
obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan 
berbagai penyakit berat lain. 

Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya 
tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. "Tanaman 
ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, 
orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia . 

Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari University Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia. 

Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. 
"Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi. 

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. 
"Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia ," kenang Patoppoi sambil tersenyum. 
Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu. 

Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana . Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu. 

Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa 
tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut.


"Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu. 

Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami 
penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti 
rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan 
ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni. 

Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani 
pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh 
mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ," kata Patoppoi. Para 
dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada 
isterinya. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan 
dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi. 

Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter 
pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar 
mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak 
mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan 
pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali 
diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal, para 
dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan 
tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa. 

Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan 
keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi 
Dr.Teo melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman tersebut banyak terdapat 
di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr . Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu 
apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi. 
Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam 
bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan 
agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia. 
Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai 
meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. 
"Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni. 
Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, 
bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 
300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, 
Buduran Sidoarjo. 

Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. 
Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif. 

Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia . Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia . 
Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745, dan di Buduran, Sidoarjo. 

Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. "Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita," kata Boni. 

Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang 
menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax 
ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. 
Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ," lanjut Boni. 
"Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik 
keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. " tambahnya. 

Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah 
satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker 
ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat 
sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien 
pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan 
rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. 
Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini 
menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu 
proses penyembuhan kemoterapi. 

Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia . 
Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan 
alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau dokter-dukun. 
"Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern," 
kata dokter tersebut. 

Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan 
bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan 
sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat 
kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, 
pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. 
"Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa. 

Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan 
kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak 
mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan. 

Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, 
leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis. 

Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit 
Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. 

Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan 
dengan artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial 

"Cancer Care Indonesia " beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta , 
telp : 021-4894745,

17 Agustus 2008

KERETA WAKTU

Oleh Pdt. Dr. Paul Gunadi

Dulu saya berpikir bahwa saya mempunyai sekurang-kurangnya 18 tahun untuk membagi hidup bersama dengan anak-anak kami. Sekarang baru saya menyadari bahwa sesungguhnya saya hanya memiliki 12 tahun. Dua di antara tiga anak kami sudah menginjak remaja dan mulai menampakkan perilaku remaja, bukan kanak-kanak lagi. Mereka enggan diajak pergi bersama jika tidak ada teman sebaya dan di rumah, telepon telah berubah menjadi alat komunikasi yang SANGAT vital bagi mereka (begitu vitalnya sehingga saya kesulitan memakainya).
Dulu saya dapat memeluk putri kami dengan bebas, sekarang saya perlu berhati-hati memeluknya. Dulu saya bisa bercanda dengan putra saya dan dapatkan respons apa adanya darinya, namun sekarang tanggapannya > seolah-olah berbentuk pertanyaan, 'Papa, mengapa engkau bertingkah laku aneh?'

Saya mengibaratkan waktu bak kereta yang sedang melaju. Betapa inginnya saya menghentikan laju lokomotif itu tetapi sayang, saya tak kuasa menahannya.

Kadang dengan bercanda (dan setengah berharap) saya meminta kepada putra-putri kami untuk berhenti bertumbuh. Saya merindukan dan berkhayal agar mereka tetap berusia 5, 7, dan 9 tahunterus-menerus. Mendengar itu, biasanya mereka menertawakan saya (mungkin saudara juga) sebab mereka sadar bahwa itu adalah permintaan yang tak mungkin mereka luluskan.

Saya sungguh berharap bahwa saya dapat memperlambat laju kereta waktu dan menikmati mereka sebagai anak-anak kembali. Dulu saya beranggapan bahwa saya masih mempunyai waktu yang panjang untuk hidup dengan mereka sebagai kanak-kanak.

Ternyata perhitungan saya meleset; setelah usia 12, anak-anak berubah mandiri dan mulai melepaskan diri dari orangtua. Saya masih membutuhkan mereka namun mereka tidak lagi membutuhkan saya. Sisa waktu bersama mereka menjadi begitu sedikit dan begitu berharga!

Kita tidak dapat mempercepat atau memperlambat waktu; kita hanya bisa melaluinya. Ada hal-hal yang dapat kita lalui berulang-kali, tetapi ada sebagian hal yang hanya dapat kita lalui sekali.

Waktu bersama anak termasuk dalam kategori yang kedua itu. Kita hanya dapat menikmati anak pada masa kanak-kanaknya sebagai kanak-kanak sekali, tidak bisa dua atau tiga kali. Celotehnya sebagai bayi hanya terdengar pada masa bayi; tangisnya sebagai balita hanya terjadi pada masa ia duduk di taman kanak-kanak; main sepeda, kelereng, atau petak lari hanya dilakukannya pada masa sekolah dasar; perilakunya yang berlagak seperti orang dewasa namun masih seperti anak-anak hanya terlihat pada masa remaja.

Setelah semua itu berlalu, kita hanya dapat menatap gambar-gambar hidup itu melalui sesuatu yang kita sebut, memori. Kita tidak bisa melalui waktu itu lagi secara langsung; kita hanya dapat mengenangnya. Solomo, si pengkhotbah, meringkasnya dengan tepat, 'untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya' (3:1).

Kesimpulannya adalah, hiduplah pada masa sekarang, bukan pada masa lampau atau masa datang. Waktu yang sudah lewat tersisa dalam kenangan, sedangkan waktu yang akan datang menyembul dalam khayalan.

Hiduplah pada masa sekarang, dalam kenyataan, bukan dalam kenangan yang membuahkan penyesalan atau khayalan yang merupakan pelarian semata-mata. Jadilah ayah dan ibu untuk anak-anak kita sesuai usianya sekarang!
Nikmati setiap tetesan kehadiran mereka dan jangan sampai mereka hanya hidup dalam kenangan atau khayalan kita. Ingat, kereta waktu terus berjalan ..... dan anak-anak kita berada di dalamnya!

16 Agustus 2008

Essay – SAYA, ISTRI, DAN HONDA CRV

Oleh Satrio Arismunandar

Saya baru saja mau berangkat ke kantor, pagi itu, ketika istri saya membuka-buka halaman otomotif di Harian Kompas (17 Juli 2008), sambil berkomentar. Maka terjadilah dialog seperti di bawah ini:

Istri: Mas, udah lihat Mercedez Benz SL-350 di pameran mobil IIMS 2008? Keren banget deh. Lebih keren dari BMW atau Audi. Gimana ya kalau kita beli satu?
Saya: Kamu kan tahu, saya itu nggak demen mobil sedan. Saya senangnya tipe SUV, sport utility vehicle. Kesannya jantan dan macho gitu lho

Istri: Jadi, kalau mau pilih SUV, Mas senengnya SUV yang mana?
Saya: Nah, ada yang bagus nih. Volkswagen Tiguan 2.0 TDI. Model baru, adiknya VW Touareg. Saingannya Nissan X-Trail, Honda CRV, Ford Escape, Suzuki Grand Vitara, dan BMW X-3.

Istri: Wah, kalau SUV kan boros bensin, Mas?
Saya: Belum tentu. Mobil SUV generasi baru udah hemat BBM kok. Kan pengoperasiannya serba komputer dan udah transmisi otomatik. All-New Honda CRV dan All-New Nissan X-Trail, misalnya, itu lumayan hemat BBM lho!

Istri: Tapi bentuknya kan bongsor, Mas. Kalau saya yang pake buat belanja, cari parkirnya susah. Mendingan beli sedan aja, Mas. Nggak usah yang terlalu mewah deh. Terlalu mencolok. Nggak enak sama tetangga. Sekelas Honda Accord juga nggak apa-apa.

Saya: Ya..ya.. ya..suka-suka kamu aja deh! Diskusinya entar aja disambung. Saya harus cepat-cepat ke kantor nih. Entar terlambat lagi.
Istri: Iya deh. Tapi jangan lupa ya, Mas!
Saya: Jangan lupa apa?

Istri: Nanti, tolong ke koperasi kantor. Tanyain, bisa nggak kita kas bon dulu. Soalnya kemarin orang PLN nelepon. Katanya, kalau kita terus nunggak, nggak bayar tagihan, minggu depan listrik kita bisa diputus!

Depok, 20 Juli 2008

NB: Kata orang pintar salah satu ciri orang yang dewasa, matang, dan bijaksana adalah kemampuan untuk menertawakan diri sendiri, dan selalu bisa tersenyum dalam kondisi apapun.

12 Agustus 2008

Kesaksian

BERSYUKUR SELALU


Aku baru saja merasakan dan menyadari bahwa Tuhan begitu baik dalam hidupku khususnya dalam penyelesaian skripsiku..
Tetapi setelah itu aku mengetahui kalo mamaku mengidap penyakit kista, dimana penyakit ini tidak bisa sembuh 100% tetapi dapat mengecil dengan meminum obat. Sudah beberapa bulan terakhir mamaku mencoba memakai suat alat kesehatan (biodisc) dan aku yakin Tuhan mengijinkan mama memiliki alat tersebut untuk membantu penyembuhan penyakitnya. Saat akan memeriksa kembali penyakit kista, aku sempat berdoa agar kalau bisa mamaku dapat sembuh dari penyakit itu tetapi semunya biarlah terjadi menurut kehendak Tuhan.

Hari itu pun tiba, saat memeriksakan kista, aku sempat deg-degan dan hasilnya menunjukkan kista mamaku mengecil tetapi belum sembuh. Mendengar hasil tersebut, aku sempat kecewa dan bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak menyembuhkan penyakit mamaku??!!. Padahal aku sangat percaya kalau penyakit ini akan disembuhkan. Tetapi Tuhan bekerja melalui orang lain karena dengan perkataan mamaku, aku menjadi sadar. Berbeda dengan aku, mamaku sangat bersyukur atas mengecilnya penyakitnya karena dengan begitu tidak perlu dilakukan operasi. Didalam hati, aku menyadari kesalahanku yang tidak tau mengucap syukur. ”Ya Tuhan maafin aku karena aku melupakan kebaikanmu dan aku kurang bersyukur dengan apa yang Kau berikan. Aku selalu meminta lebih disaat Kau memberikan dan selalu meragukan KasihMu disaat semua yang terjadi tidak sesuai dengan keinginanku. Maafkan aku Tuhan dan aku sangat bersyukur karena Engkau mengecilkan penyakit kista mamaku sehingga operasi tidak jadi dilaksanakan. Terimakasih juga Tuhan karena melalui mamaku, aku diingatkan untuk slalu bersyukur atas apa yang Kau berikan dalam hidupku.

Kebayakan dari kita sering mengeluh disaat apa yang kita inginkan dan doakan tidak sesuai dengan harapan kita. Tapi kita perlu ingat dan selalu bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup kita karena Tuhan selalu memberikan rancangan terbaik bagi kita semua. Mungkin sesuatu tampak tidak menyenangkan dan tidak baik untuk kita saat ini tetapi percaya deh kalo semuanya direncanakan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi anak-anakNya.
Kita sebagai manusia boleh berencana tetapi pada akhirnya kehendak Tuhan yang terjadi.


velia
Email: cute_gitu_loh@telkom.net

11 Agustus 2008

JADWAL PERKUNJUNGAN

KOMISI KELUARGA ZION MENGADAKAN KUNJUNGAN SETIAP HARI JUM'AT SORE JAM 16.30 WITA.

BILA MEMBUTUHKAN PELAYANAN PERKUNJUNGAN, DAPAT MENGHUBUNGI KOORDINATOR Bpk.Riko Hamdani (tlp.081241663759)

10 Agustus 2008

JADWAL IBADAH KKZ

KAMI MENGUNDANG ANDA MENGHADIRI IBADAH KOMISI KELUARGA SETIAP HARI KAMIS MALAM JAM 19.30 WITA DI JL. BANDA NO. 1 MAKASSAR

06 Agustus 2008

Badan Pengurus Komisi Keluarga Zion 2007 - 2008

  1. Pembina :Pdt.Daniel Ronda
  2. Wakil Pembina :Ev.Hengky Cia
  3. Ketua :Yohanes Yo
  4. Wakil :Sonny Bernadus
  5. Sekertaris 1 :Diece Uiana
  6. Sekertaris 2 :Barry Chananta
  7. Bendahara 1 :Yenny Oei
  8. Bendahara 2 :Yon Norton
  9. Sie Kerohanian :Fenny Tessy
  10. Sie Musik :Fengky Theios
  11. Sie Koor :Rosalia Tampang
  12. Sie Perkunjungan: Riko Hamdani
  13. Sie Perkunjungan: Robert Chiok
  14. Sie Diakonia:Tince Borel
  15. Sie Rekreasi :Since Oei